bagikan
| Spesifikasi | Tanaman/Situs | Objek Pengendalian |
Dosis (dosis/hektar) |
| thiamethoxam 25% WDG | padi | wereng | 45-60g/hektar |
| seledri | kutu | 60-120g/hektar | |
| bayam | 90-120g/hektar | ||
| kacang panjang | thrips | 225-300g/hektar | |
| gastrodia elata | kutu | 90-150g/hektar |
|
Nama Produk
|
Thiamethoxam20% +chlorantraniliprole20%WDG
|
|||
|
Informasi Umum
|
Fungsi: Insektisida
|
|||
|
Spesifikasi: 40%WDG
|
||||
|
CAS: 153719-23-4
|
||||
|
Agrokimia tingkat tinggi
|
||||
|
Toksikologi
|
LD50 Akut oral untuk tikus 1563 mg/kg.
LD50 Akut percutaneous untuk tikus >2000 mg/kg. Tidak menyebabkan iritasi pada kulit dan mata (kelinci); bukan penyebab sensitisasi kulit (tikus guinea). LC50 Inhalasi (4 jam) untuk tikus >3720 mg/m3. Kelas toksisitas WHO (bahan aktif) III |
|||
|
Aplikasi
|
Thiamethoxam dapat secara efektif mencegah dan mengobati berbagai kutu, lompatan daun, renggangan tanaman, serangga putih, larva kumbang, dan kumbang kentang,
cacing, kumbang tanah, penambang daun, hama serangga. Bisa digunakan untuk pengobatan batang dan daun, pengobatan biji, dan pengobatan tanah. tanaman yang cocok adalah: tanaman padi, bit gula, sawi, kentang, kapas, kacang-kacangan, buah-buahan, kacang tanah, bunga matahari, kedelai, tembakau, dan jeruk. |
|||
|
MOQ
|
2000kg
|
|||
