bagikan
| Spesifikasi | Tanaman/Situs | Objek Pengendalian |
Dosis (dosis/hektar) |
| iprodione 500g/L SC | tomat | busuk dini | 1125-1500ml/hectare |
| busuk abu-abu | |||
| pohon apel | bintik daun alternaria | 150-300ml/hektar | |
| anggur | busuk abu-abu | 300-400ml/hektar |
|
Nama Produk
|
Iprodione
|
|||
|
Informasi Umum
|
Fungsi: Fungisida
|
|||
|
Spesifikasi: 50%SC 25%SC
|
||||
|
CAS: 36734-19-7
|
||||
|
Agrokimia tingkat tinggi
|
||||
|
Toksikologi
|
LD50 akut oral untuk tikus dan tikus putih >2000 mg/kg. LD50 akut percutanea untuk tikus dan kelinci >2000 mg/kg.
Tidak menyebabkan iritasi pada kulit dan mata (kelinci). LC50 inhalasi (4 jam) untuk tikus >5,16 mg/l udara. NOEL (2 t) untuk tikus 150 mg/kg pakan; (1 t) untuk anjing 18 mg/kg b.b. ADI (JMPR) 0,06 mg/kg b.b. [1995]. Kelas toksisitas WHO (bahan aktif) U; EPA (formulasi) IV Klasifikasi EC R40| N; R50, R53 |
|||
|
Aplikasi
|
Cara kerja Fungisida kontak dengan aksi protektif dan kuratif. Menghambat kecambahnya spora dan pertumbuhan jamur
miselium. Penggunaan Kontrol Botrytis, Monilia, Sclerotinia, Alternaria, Corticium, Fusarium, Helminthosporium, Phoma, Rhizoctonia, Typhula spp., dll. Digunakan terutama pada matahari, serealia, pohon buah, buah berry, sawi goreng, padi, kapas, sayuran, dan anggur sebagai semprotan daun, pada 0,5-1,0 kg/ha, dan pada rumput, pada 3-12 kg/ha. Juga dapat digunakan sebagai pencelupan pasca panen, sebagai pengobatan biji, atau sebagai cocolan atau semprotan saat menanam. Jenis formulasi DP; EC; FS; SC; SU; WG; WP |
|||
|
MOQ
|
2000L
|
|||
